biji gandum. Kedengarannya seperti salah satu kata kunci baru bagi generasi muda, para pecinta kesehatan, vegan, dan orang-orang yang bergerak ke atas. Jadi apa itu dan mengapa tiba-tiba menjadi begitu populer? Baca terus untuk mengetahui…
Quinoa adalah tanaman mirip biji-bijian yang menjadi populer di seluruh dunia karena nilai gizinya yang tinggi. Secara teknis ini bukan biji-bijian melainkan biji, dan berasal dari tanaman asli wilayah Andes di Amerika Selatan.
Untuk membuat quinoa, bijinya terlebih dahulu dibilas hingga bersih untuk menghilangkan lapisan luarnya yang pahit. Proses ini disebut “de-saponifikasi.” Setelah biji dibersihkan, bijinya direbus atau dikukus, seperti halnya nasi, hingga empuk dan kumannya terpisah dari bijinya. Hasilnya adalah butiran yang lembut dan sedikit terasa seperti kacang yang dapat digunakan dalam berbagai masakan.
Quinoa serbaguna dan dapat digunakan dengan banyak cara. Dapat disajikan sebagai lauk, digunakan sebagai bahan dasar salad, atau digunakan sebagai bahan dalam sup, semur, dan bahkan makanan penutup. Bisa juga digiling menjadi tepung dan digunakan untuk memanggang.
Itu manfaat kesehatan dari quinoa banyak sekali. Ini tinggi protein, serat, dan berbagai vitamin dan mineral, termasuk zat besi, magnesium, dan potasium. Ini juga bebas gluten, menjadikannya pilihan yang baik bagi mereka yang menderita penyakit celiac atau intoleransi gluten. Selain itu, quinoa telah dikaitkan dengan peningkatan kontrol gula darah dan kesehatan jantung.
Satu potensi kelemahan quinoa adalah mengandung saponin, yaitu senyawa alami yang dapat terasa pahit dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan bagi sebagian orang. Namun, de-saponifikasi menghilangkan sebagian besar senyawa ini, dan kebanyakan orang dapat mentoleransi quinoa dengan baik. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap quinoa, meskipun hal ini jarang terjadi.
Secara keseluruhan, quinoa adalah makanan bergizi dan serbaguna yang dapat menjadi tambahan makanan sehat diet seimbang.
